Selasa, 15 November 2011

You are my heart ...

Seperti hari-hari biasa, aku selalu mengantar jemput anak-anak ke rumah ibuku selama aku bekerja. Suatu hari dalam perjalanan pulang ke rumah, kakak bertanya padaku.

"Mah, jantung itu apa sih?"
"Jantung itu ada di dada kakak, jantung berdegup ... Bunyinya dug dug yang menandakan kakak masih hidup." Jawabku.
"Disini yah Mah, jantungnya kakak (sambil pegang dadanya)"
"Iya, disitu ..." kenapa kak, kok tanya tentang jantung?" tanyaku sambil menyetir ... "Enggak apa Mah, kalau kakak ini jantung hati mama yah?" tanyanya kembali. Iya dong kakak, kakak ama adik adalah jantung hati mama, anak kesayangan mama dan papa.
"Mah, waktu kakak sakit di Rumah Sakit, kata papa jantung kakak kenapa? ...
Iyah Chiara baru saja pulang dari rumah sakit, Chiara kena tifus dan harus di opname selama 5 hari.
Aku terangkan kembali, "saat kakak sakit, jantung kakak sedang bekerja lebih keras ... sehingga membuat jantung kakak berdegup lebih cepat ..."

Fiiiuffh, entah benar atau tidak penjelasanku, tapi kakak memang mengharapkan jawaban saat itu dan aku hanya bisa menjawab sebisaku. Akhirnya sampailah kami di rumah. Pertanyaan tentang jantung pun berhenti karena aku sibuk dengan beberes rumah, menyiapkan makan malam, menyuapi kakak makan dan kerjaan pending lainnya selama aku kerja di kantor seharian ini ...

Pertanyaan tentang jantung kembali ku dengar kembali dan kali ini Chiara bertanya pada papanya dan papa terlihat bingung dan kaget menanggapi pertanyaannya :)
"Papa, kata mama kalau jantung berhenti berdetak ... berarti orang itu sudah meninggal yah?"
"Iya", jawab papa singkat
"Papa, kalau kakak meninggal ... papa marah ga ama kakak?"
Kok kakak bilang begitu, papa malah sedih kalo kakak ga ada ... kakak masih harus sekolah, kakak ga usah mikir tentang meninggal segala yah, jawab papa.
Kakak masih penasaran, ia menemuiku lagi dan bertanya, "Mah, kalau orang meninggal itu kemana?" ...
"Ke langit bertemu Tuhan", jawabku singkat.
"Ngapain aja mah di langit ... Naik apa mah ke langit ... Tuhan baik apa enggak Mah ...

Oh Tuhan, kakak makin pintar saja, aku bingung menjawab pertanyaannya, aku hanya bisa menjawab dan menjelaskan sebisaku.

Berbicara tentang kematian, apalagi anakku yang bertanya sudah membuatku merinding. Oh Tuhan, bantu aku dalam memberi teladan yang baik untuk dua buah hatiku di sisa umurku ... anak-anakku adalah buah hatiku, jantung hatiku ... dan aku merasa aku tak kan mampu hidup tanpa mereka disampingku ... 

Coz you are my heart ...

2 komentar:

  1. Kadang-kadang di situasi tertentu bila bersama dengan anak2, kita dp belajar byk ttg kebahagiaan, dan sbg org tua kita hrs memiliki kekuatan yg penuh utk memilih pikiran.....(arvan mode) he...he...he....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya benar banget ... aku suka dengan Arvan juga ... pikiran memang kunci dalam menjalani semuanya, kita dapat memilih apapun semua berawal dari pikiran ... semoga pikiran ini selalu tertuju pada kebaikan ... dan bisa sharing ke orang lain ... terlebih buat anak2. Memang terasa sekali bila mommy happy anak2 riang tapi kalo mommy cemberut anak2 lebih jadi pendiam dan kadang marah2 sendiri ... huffttt ... mama adalah sumber teladan buat anak2 tapi dasarnya tetep dari anak2 mamanya banyak belajar ...

      Hapus