Jumat, 20 Januari 2012

Ultah ohh Ultahku

Hidup bagaikan roda yang terus berputar. Kadang di bawah dan kadang di atas, mengikuti arus perjalanan kehidupan yang beraneka rasa. Saya tidak dapat memilih apa yang hidup tawarkan sesuka saya, tidak dapat memilih yang indahnya saja, yang baiknya saja atau malah yang menguntungkan saya saja. Apapun yang saya pilih tetap memberi konsekuensinya tersendiri.


16 November 2011 lalu, saya berumur 32 tahun. Hmmm usia yang cukup fantastis yah, sudah kepala 3. Makin tua, seharusnya makin dewasa, makin bijak, makin sabar, makin ... dan makin lainnya. Apalagi yang saya harapkan, saya sudah memiliki sesuatu yang diidam-idamkan semua orang. Saya tidak kaya materi tetapi saya tetap bersyukur mempunyai suami yang bertanggung jawab atas saya dan 2 buah hati kami. Suami dan anak-anak (Chiara dan Keenan) adalah berkah dan rejeki terbesar yang Tuhan berikan kepada saya, yang telah mengisi kehidupan saya saat ini.

Saya sangat bahagia di hari ulang tahun saya. Para sahabat saya di dunia maya memberikan perhatian yang luar biasa terhadap hari ulang tahun saya. Mereka mengucapkan selamat ulang tahun dengan sepenuh hati, mendoakan yang terbaik untuk saya dan keluarga. Saya menjadi terharu sekali. Untuk menghargai perhatian mereka, saya membalasnya dengan ucapan terima kasih banyak dan semoga Tuhan memberkati kalian. Membalas ucapan dari sahabat satu persatu di setiap status mereka tidak memberatkan saya, saya justru merasa bahagia dan benar-benar terharu. Sahabat saya yang notabene adalah hanya bersapa di dunia maya tetapi keberadaan mereka begitu nyata adanya.

Di rumah tampak biasa-biasa saja, suami bertingkah seperti tidak ada sesuatu yang special. Hati ini menjadi gundah gulana tapi biarkan sajalah mungkin karena kesibukannya ia menjadi lupa. Saya hanya berusaha bersikap sewajarnya.

Sepulangnya saya dari kerja, saya menemukan rumah kosong. “Suami dan anak-anak pada kemana yaa?” batin saya. Saya segera mandi dan mempercantik diri. Setelah satu jam menunggu, saya mendengar pintu pagar terbuka dan keluarlah suami dan anak-anak dari mobil. Saya makin gelisah menunggu di dalam rumah. Sesampainya mereka di dalam rumah, suami dan anak-anak pergi ke dapur dan akhirnyaa … surprise banget … mereka membawakan kue ulang tahun yang besar dan enak untuk saya. “Selamat ulang tahun mama”, kata suami dan anak-anak serempak. Hati ini langsung berbunga-bunga.
Mengitari kue tart dan saya make a wish
Jadilah kami berempat merayakan hari ulang tahun saya yang ke-32 secara sederhana dengan tiup lilin dan makan kue ulang tahun. Sebelumnya Papa meminta saya untuk make a wish, kami berempat mengitari kue tart dan saya pun berdoa :

“Tuhan, diusia 32 ini, dan disisa umur yang ada, saya bahagia menjadi diri sendiri, menjadi istri dari suami saya, menjadi  mama dari Chiara dan Keenan, terima kasih atas segalanya yang telah Engkau berikan selama ini.”
“Jikalau Tuhan berkenan, sesuatu yang ingin saya pinta, hanyalah diberi sehat dan umur yang panjang agar saya bisa banyak belajar untuk makin baik secara pribadi dan untuk keluarga juga buah hati saya. Terima Kasih Tuhan untuk hari ini, Engkau masih memberi kesempatan hidup untuk hamba-Mu ini.”

Special thanks to :
* Papa, terima kasih telah menerima mama apa adanya dan mau sama-sama belajar menjadi orang tua yang baik untuk Chiara dan Keenan.
* Buah hati mama (Chiara dan Keenan), anak-anak sesungguhnya dari kalianlah mama banyak belajar tentang menjalani hidup ini. Mama belajar sabar dari kalian, Tuhan mengirimkan anak-anak mama yang "lincah dan pintar" dan terujilah kesabaran mama. Mama belajar bahwa mencintai kalian bukanlah dari barang-barang yang kami berikan tetapi apa yang kalian inginkan, peluk dan cium dari kami setiap waktu.

Suami menutup doa saya dengan mengamini doa saya dan kami berempat berpelukan. Sungguh tak menyangka ulang tahun saya yang ke-32 dapat menjadi begitu istimewa untuk saya. Terima kasih papa dan anak-anak untuk surprise partynya dan kue tartnya telah menjadikan  hari ulang tahun saya menjadi sempurna. Begitu hangat, sehangat senyum manis dan kebahagiaan yang terpancar di hati saya dan hati anak-anak.
Meniup lilin
Setelah tiup lilin bersama, Chiara berdoa untuk saya "Selamat Ulang Tahun mama, semoga mama bisa ulang tahun lagi". Amin, terima kasih kakak.  Senyum ini terus tersungging di bibir saya. Saya sangat bahagia dan sangat terharu atas perhatian ini. Chiara memeluk dan menciumi saya ribuan kali. “Selamat Ulang Tahun Mama”, ucapnya sekali lagi.


Postingan ini diikutsertakan dalam lomba posting di http://dblogger.blogdetik.com

 Ekspresideblogger=height="123"seru=

4 komentar:

  1. Saleum,
    Semoga kontes nya sukses ya,,... ditunggu kunjungan baliknya

    BalasHapus
  2. terima kasih karena sudah mampir ke blog ini, sukses juga ya buat lombanya :)

    BalasHapus
  3. The more candles, the bigger the wish....Wishing you miles of smiles in the coming years.

    BalasHapus